This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 11 April 2013

Cara Belajar Dan Menguasai Trading Forex




Cara Belajar Dan Menguasai Trading Forex
Bagaimana urutan atau langkah yg benar dalam belajar forex?
Ikutilah langkah demi langkah dibawah ini. Supaya terdapat pemahaman yg benar sebaiknya ikuti perlangkah dengan urut dan pahami dulu makna yg disampaikan.


Langkah 1: Apa yg membuat orang melirik Forex ?
Jelas keuntungan/uang, dengan forex Anda bisa jadi cepat kaya

Langkah 2: Fakta dilapangan
Karena Anda tergiur, lalu Anda terjun di forex, menurut laporan data statistik, hanya 10% saja yg bisa jadi kaya, sisanya gagal(naik turun, bahkan sampai dengan bangkrut)

Langkah 3: Dari Fakta, Forex itu Susah dan Beresiko
Melihat statistik lapangan, jadi kesimpulan gampangnya forex itu susah dan jelas beresiko tinggi. Selain resiko uang/dana yg mungkin hilang, ada pula yg mungkin tak terasa adalah resiko kehilangan waktu. Bagaimana jika bertahun-tahun ternyata apa yg diperoleh segitu-gitu saja? Apa ini gak buang-buang waktu, pikiran, konsentrasi, dsb. 

Langkah 4: Pertimbangkan 
Dari potensi kaya(langkah 1) dan fakta + Susah + Resiko (langkah 2 dan 3) pertimbangkan dulu.... Jangan memaksa, dan lihat ke tipe/model personal Anda. Apakah saya model orang yg bisa menerima semua diatas.
- Jika Anda berpikir 'coba dulu semua baru memutuskan', maka lanjutkan langkah berikutnya.
- Jika Anda tidak cocok dengan resikonya, maka tutup halaman ini.
- Jika Anda tertantang dan tertarik di forex, maka pastikan bahwa Anda serius serius serius belajar, kenapa? awas faktor resiko diatas Anda bisa masuk ke 90% golongan yg gagal. Jangan sampai ini terjadi pada diri Anda.

Langkah 5: Anda Ingin Menjadi Trader Forex Sukses
Jadi sekarang, mulailah belajar, belajar, dan berlatih.
Caranya: 
1. Baca semua artikel pada sub Pemula - Newbie 
2. Baca semua artikel pada sub Belajar Trading Forex
3. Alternatif: Beli buku-buku forex, cari pdf tentang forex, dsb
4. Sabar, dan luangkan waktu untuk membaca dulu.

Langkah 6: Anda Telah Mengenal Dasar Analisa Forex
Sampai tahap ini seharusnya Anda telah terbayang bagaimana Anda bisa sekiranya meraih profit di forex, dengan ilmu analisa forex. Ilmu utama itu adalah Analisa Teknikal dan Fundamental. Apabila pemahaman Anda sekitar 40-50% dari hasil baca/belajar sebelumnya, maka lanjut ke langkah berikutnya. Apabila belum, perbanyak waktu belajar Anda dan pahami lebih banyak lagi.

Langkah 7: Belajar dengan Berlatih Demo
Baca judul dengan baik, belajar dan berlatih, artinya masih berlatih, belum ada uang disini. Caranya: Baca dan ikuti petunjuk pada artikel sub 'Berlatih Akun Demo' 
Dengan fasilitas ini gunakan metatrader + akun demo untuk mengakselerasi proses pemahaman dan pembelajaran Anda akan analisa fundamental dan teknikal.
Bersamaan dengan itu hal penting yg berlu Anda tahu adalah tentang aplikasi metatrader. Baca, pahami, dan kuasai pula. Tentang metatrader bisa dilihat di sub Belajar metatrader

Langkah 8: Mengetahui Sumber dan Resouce Untuk Acuan.
Dari pembelajaran diatas akan analisa, sekarang pasti Anda akan memerlukan sumber yg bisa dijadikan acuan untuk analisa Anda. Berikut dibawah adalah beberapa situs/sumber yg cukup menarik.
*)Dari SeputarForex.com
Rubrik BelajarBerisi panduan untuk belajar forex
Rubrik BeritaBerisi berita-berita forex terkini
Analisa TeknikalKumpulan analisa-analisa teknikal harian, mingguan, dan tabel indikator teknikal.
Analisa FundamentalAnalisa oleh team SeputarForex tentang kondisi pasar forex secara fundamental.
DataBerisi data-data ekonomi global dan lokal
Sistem TradingMengulas beragam sistem trading di forex
Rubrik EAKumpulan EA/Robot yg populer, disertai artikel2 tentang belajar EA
Tanya-JawabAnda bisa memanfaatkan rubrik ini untuk bertanya secara gratis, dan dari team SF akan menjawab seoptimal mungkin :)
Rubrik ArtikelBerisi ratusan artikel yg dibuat oleh team penulis SF, dengan kategori yg beragam: psikologis, indikator, fundamental, ekonomi makro, tips, dan artikel forex umum lainnya.
Rubrik BrokerBerisi daftar dan review broker, serta artikel-artikel tentang broker forex
*)Situs-Situs Internet
Situs BelajarEnglish->BabyPips.com
Situs BeritaIndonesia-financeroll.co.idstrategydesk.co.id
English-dailyFx.comForexPros.comReuters.com
Portal ForexEnglish-FxStreets.com, ActionForex.com
KalenderEnglish-ForexFactory.com
MonitoringEnglish-ForexPeaceArmy.com
ForumIndonesia- ForexIndo.comKaskus.usindo.mt5.com
English-ForexFactory.com


Langkah 9: Bagaimana Hasil Latihan Akun Demo Anda?
Tentunya sekarang ini Anda bisa mengukur dan melihat performa trading pribadi Anda lewat akun demo tersebut.
Nah Gimana Hasil? O ya, sampai sekarang ini Anda sudah jalan/latihan berapa bulan? Baguskah profitnya? Konsisten?
Dari pengalaman rekan2, kebanyakan wah udah amblas uang demo nya, lainnya, naik turun, pusing :)
Rekomendasi:
Bagus, jadi Anda tahu kalau forex itu susah, dan biasa laa itu. Jadi: tetap lanjutkan belajar dan latihan Anda.

Langkah 10: Poin Penting, Psikologi Trading.
Anda menguasai diri Anda, maka Anda menguasai forex. Anda tidak bisa dan mubazir menyalahkan forex/pasar (maaf, Anda akan dibilang seorang sok pinter, tapi sebenarnya adalah seorang bodoh sejati). Semua tetap salah Anda sendiri, semakin cepat Anda terima hal ini, semakin baik. Jadi sekarang coba cari artikel-artikel tentang psikologi trading.

Langkah 10: Poin Penting, Money Management 
Dalam psikologi trading ada hal-hal tentang emosi keserakahan, balas dendam, dsb. Hal ini pastinya akan menabrak konsep pengaturan dana Anda. Yg berujung pada ketahanan modal trading habis dan semrawut. Jadi sekarang cari artikel tentang money management, dan ingat ini adalah sangat-sangat penting sekali.

Langkah 11: Poin Penting, Trading Forex = Bisnis
Dalam bisnis, ada naik ada turun, perlu perawatan pengembangan, invosi, evaluasi, dan pembangungan secara terus menerus. Hal ini sama dengan trading forex, daripada Anda menjejar cap 'Trader Sukses' bagaimana jika melihat trading forex adalah sebagai perjalanan dimana dari langkah-ke langkah Anda terus mengalami peningkatan knowledge dan profit. Langkah perjalanan Anda semakin mantan dan konsisten. 

Langkah 12: Rahasia Sistem Trading Pribadi 
Anda telah mengetahui sebagian besar dasar analisa, cara, strategi, dsb, dsb. Jadi sekarang buatlah sistem trading Anda sendiri. Sistem trading ini adalah sistem trading unik yg pas buat Anda sendiri. Tentunya dalam tarap pembuatan Anda bisa baca sana-sini, bisa gabungkan sana-sini. Tapi ingat yg diperlukan adalah sistem trading yg sesuai dengan Anda. Cara logika analisa Anda, Emosi Anda, Kebatinan Anda, Waktu Anda, dsb. 
Catatan: Apabila sekarang ini Anda ada kesempatan diajar langsung oleh seorang Master Forex Trader, Percayalah, tidak ada jaminan Anda juga akan menjadi seorang Master Forex Trader :) .. Jadi pahami sendiri maksud dari poin penting ini.

Langkah 13: Wah, Langkah/Angka sial nih, kok Saya masih gini-gini saja ? Performa akun demo saya payah.
Gampang, Santai Aja kalii :)..
Coba tutup dulu semua, bersantai, dan refreshing. Anda berlatih keras tiap hari(24jam) sama juga ada minusnya. Otak dan emosi Anda sumpek. Tidak ada yg mengharuskan Anda bisa sekarang, yg ada Anda sendiri yg gak sabaran. 

Langkah 14: Proses Kreasi Sistem Trading.
Lho kok diulang lagi? Iya.. soalnya trading Anda masih payah. Jadi, Anda perlu banyak baca artikel2 forex di seputarforex :), Anda perlu googling artikel di internet, Anda perlu cari teman buat tanya jawab forum forex adalah salah satu sarana yg bagus. 
Intinya: Peningkatan Knowledge + Penguasaan Diri + Latihan Intensif => Terciptanya Sistem Trading 
Dimana inti diatas ini harus berjalan bersama-sama sekarang.

Langkah 15: Wow, 6-12 bulan ini akun demo saya profit dan konsisten
Wah, kejutan, selamat.... Tetapi tidak bisa dibilang Anda sudah jadi trader sukses. Anda sendirilah yg menilai.
Hanya, dengan bukti 12 bulan hasil yg bagus, tidak ada alasan lagi untuk menahan Anda untuk Terjun ke dunia forex trading real.

Langkah 16: Anda trading di akun real sekarang.
Beberapa poin penting disini:
- Akun demo tak beresiko, Akun real uang Anda benar-benar bisa hilang.Jadi akan ada efek psikologis yg bisa mengacaukan. Jelaslah sekarang Anda lebih emosional, takut, dsb. Hal ini bisa membuat Anda tidak mengikuti sistem trading yg semula telah Anda ciptakan. Hati-hati untuk ini dan persiapkan.
- Anda perlu belajar tentang broker forex, tapi kalau yg ini sih relatif mudah, intinya cuman bagaimana memilih broker forex yg baik, dan tepat untuk Anda. Bisa dibaca pada rubrik ini. 

Langkah 17 s/d Unlimitied : Terima Kasih, Dan Terserah Anda.
Sangatlah susah untuk menjabarkan secara berurut apabila Anda telah dalam tahap mastering/penguasaan trading. Bila ternyata sampai saat ini Anda ternyata telah mengikuti langkah2 diatas dengan baik dan urut, itupun jarang orang yg mau :) 
Jadi terus gimana? mungkin saat ini Anda sudah lebih master dari kami, bisa jadi, mengapa tidak ? Jadi Anda lebih tahu langkah selanjutnya yg pasti lebih cocok untuk Anda pribadi. 

Berniat untuk mencoba terjun langsung ke pasar ? tidak ada salahnya jika anda mencoba dengan account demo terlebih dahulu agar mengetahui tigkat resiko yang ada,coba disini 
selamat mencoba.

Sumber :
http://www.seputarforex.com/belajar/forex/




TRADING FOREX



Apa sih forex itu?
by MASBEKEN on NOVEMBER 27, 2010
FOREX, atau FX itu sendiri adalah kependekan dari Foreign Exchange. Pada prosesnya, investasi valas (valuta asing) atau investasi forex ini memang melakukan kegiatan jual beli mata uang asing. Namun pada prakteknya kita mendapat keuntungan dari currency alias fluktuasi nilaimata uang itu sendiri. Saya beri tanda tebal pada kata ‘nilai’ karena memang begitulah kenyataannya. Saat terjadi fluktuasi (naik turunnya) nila mata uang tertentu, hal ini digunakan untuk mengais laba oleh para forex trader.
Jadi saat nilai mata uang akan naik, kita membeli mata uang tersebut, maka suatu saat apabila kita menjualnya dengan harga tinggi kita akan mendapat laba. Apabila akan turun, kita harus menjual mata uang tersebut untuk mendapat profit. Loh menjual? Kita kan tidak punya barang untuk dijual? Nah, fungsi forex broker sangat berperan penting disini. Kita istilahnya ‘meminjam’ sebagian uang asing tersebut dari broker untuk dijual. Lalu saat harga sudah turun kita bisa mendapat profit dari penjualan uang tersebut.
Saat saya pahami forex hanya menjual dan membeli mata uang asing, saya rasa itu sangat mudah.. Tapi pada kenyataannya tidak. Kita bisa saja profit terus dalam forex, namun apabila kekuatan margin (modal) kita hanya sedikit, broker akan memperingatkan kita kalau modal kita sebagai jaminan kurang. Apabila tidak segera kita inject (deposit), maka uang jaminan sebelumnya akan hilang alias kita bisa bangkrut (margin call, populer dengan istilah ‘MC’, ‘Malaikat Cantik’, atau ‘Miss Cantik’).
Forex (Foreign Exchange) adalah sebuah currency trading…
Jadi apabila modal kita sedikit, kita harus bisa menghitung kekuatan dari modal kita itu. Bisa dibawa minus sampai berapa poin, dan resiko kehilangan berapa agar tidak sampai margin call. Disinilah peran manajemen keuangan (money management). Kita dituntut mampu menghitung kekuatan margin yang kita pakai. Semakin kecil transaksi yang kita lakukan, semakin kecil pula resiko kehilangan, dan jelas semakin aman walau dibawa minus berapa poin pun. Selama saya belajar forex, saya merasa lebih pintar dalam dunia manajemen dan keuangan ini. Padahal saya hanya seorang mahasiswa Sastra. Haha… Intinya hanya berniat belajar forex untuk memberi makan keluarga kelak. :)
Berniat untuk mencoba terjun langsung ke pasar ? tidak ada salahnya jika anda mencoba dengan account demo terlebih dahulu agar mengetahui tigkat resiko yang ada,coba disini 
selamat mencoba.

Sumber  :
http://forex.gubugreyot.com/2010/11/apa-sih-forex-itu.fx

Rabu, 10 April 2013

APA ITU SAHAM?

Di Indonesia ternyata masih banyak yang belum mengerti dan paham tentang saham. Postingan kali ini akan saya tunjukan pada para pemula yang ingin mengetahui apa itu saham.

Saham (stock) adalah salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrument investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik.

Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

sumber :
http://www.obrolan-investor.blogspot.com/2010/06/pemula-apa-itu-saham.html

INVESTASI SAHAM

Banyak yang bingung apa itu saham. Banyak yang tidak mengerti apa itu surat berharga. Yang diketahui hanyalah kalau saham bisa memberi keuntungan berlipat – lipat ataupun kerugian yang berlipat – lipat pula.
Saham adalah sebuah bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan / badan usaha. Jadi, saat anda membeli sebuah saham, maka anda menjadi salah satu pemilik perusahaan tersebut. Karena itulah Saham disebut sebagai surat berharga, karena saham anda me-representasikan kepemilikan anda di perusahaan yang anda miliki / beli.

Bagaimana sebuah saham dapat memberikan keuntungan? Pertanyaan ini sama seperti pertanyaan “Bagaimana sebuah perusahaan memberikan anda keuntungan?”. Perusahaan didirikan untuk memberikan keuntungan kepada pemegang saham / pemilik. Dengan pertumbuhan bisnis yang bagus, perusahaan akan terus berkembang sehingga nilai aset-nya akan meningkat. Dengan demikian nilai modal pun akan tumbuh berkembang. Apa keuntungan lainnya bagi pemilik? Sebagai hasil apresiasi atas kinerja yang bagus, perusahaan pun membagikan sebagian dari laba bersih yang diperoleh kepada pemegang saham / pemilik. Bagaimana saham dapat memberikan keuntungan bagi investor? Sama seperti perusahaam, yakni 1. Capital Gain (dari pertumbuhan nilai aset dan modalnya) dan 2. Deviden (pembagian sebagian laba bersih untuk pemegang saham).

Masih bingung? Kami akan coba pakai analogi lainnya:
Apakah anda mengenal dengan baik sebuah ‘sertifikat tanah’? Saham dapat juga dianalogikan seperti ‘sertifikat tanah’. Bagaimana? Saat anda memiliki sebuah sertifikat tanah (tentunya atas nama anda pribadi) di suatu kompleks perumahan misalnya, anda berhak atas bagian tanah tersebut sesuai yang tertera pada sertifikat. (Kompleks perumahan bisa dianalogikan sebagai sebuah perusahaan dan sertifikat tanah dianalogikan sebagai saham perusahaan. Memiliki sertifikat tanah berarti anda memiliki sebagian tanah dari keseluruhan kompleks) Selanjutnya anda menjadikan lahan anda sebuah areal parkir mobil dan motor. Anda akan mendapatkan Capital Gain jika anda menjual tanah anda lebih tinggi dari yang anda beli, dalam hal ini anda menikmati keuntungan jika anda telah menjualnya. Anda juga akan mendapatkan pemasukan dari sebagian tarif parkir yang anda peroleh sebagai laba bersih. Sebagian dari laba bersih anda tarik ke kantong pribadi sebagai Deviden. Semoga dengan analogi ini pemahaman mengenai saham semakin jelas.

Saat ini, hampir semua investor di bursa saham membeli saham untuk mencari Capital Gain saja. Hal ini karena Capital Gain lebih mudah dan cepat diperoleh dibandingkan Deviden yang besarnya tergantung dari kinerja perusahaan dan biasanya dibagikan hanya 2x setahun. Kami tidak akan membahas kelebihan dan kekurangan masing – masing, tetapi kami akan memfokuskan perihal Capital Gain kedepannya.
Sebelum pembahasan lebih jauh mengenai Investasi Saham, mungkin muncul pertanyaan “Mengapa harus memilih investasi di saham? Mengapa tidak investasi di tanah? Properti? Emas? Valuta asing? Lukisan? Barang langka? Mobil langka? Atau perusahaan sendiri?

Anda tidak harus memilih Saham sebagai sarana investasi anda jika anda punya sarana investasi yang lebih baik. Kami secara objektif tidak menutup mata bahwa banyak sarana investasi yang sama bahkan jauh lebih menarik dari investasi saham. Masalahnya, apakah kita memiliki sumber daya untuk melakukan investasi tersebut? Apakah memiliki network yang kuat untuk menjalankannya? Apakah kita punya SDM yang memadai? Apakah kita punya waktu disamping kesibukan kita sehari – hari untuk mnegerjakannya? Jika anda memilih investasi di emas, properti, rumah, lukisan, ataupun barang langka, apakah sudah dipertimbangkan tempat menyimpannya? Bagaimana tingkat likuiditasnya? Apakah saat anda ingin menjual saat itu juga langsung ada pembeli? Banyak sekali pertanyaan yang akan muncul, tetapi hanya satu jawaban terbaik: “Jika anda harus belajar dari nol dengan modal yang tidak terlalu besar, Saham merupakan pilihan terbaik anda”. Investasi saham merupakan sebuah bisnis, bukan sekedar ‘main saham’!

Sumber :
http://www.sahamkita.com/2012/01/15/apa-itu-investasi-saham/

PORTOFOLIO INVESTASI

Apa itu portofolio?
 Portofolio adalah gabungan atau kombinasi dari berbagai instrumen atau aset investasi yang disusun untuk mencapai tujuan investasi investor. Selain itu, kombinasi berbagai instrumen investasi itu juga menentukan tinggi risiko dan potensi keuntungan yang diperoleh portofolio tersebut.
Isi portofolio itu bisa macam-macam; mulai dari properti, saham, instrumen pendapatan tetap seperti obligasi, sampai duit tunai atau setara kas. Tapi, untuk saat ini, kita akan fokus pada portofolio untuk aset investasi yang paling likuid yaitu: saham, instrumen pendapatan tetap, dan kas atau setara kas.
Nah, secara garis besar, ada tiga jenis portofolio. Yang pertama portofolio berdasarkan strategi investasi yang agresif. Ini adalah portofolio yang membidik keuntungan tertinggi yang mungkin tercapai. Tentu saja, portofolio ini hanya cocok untuk investor yang rela memikul risiko yang tinggi demi memperoleh keuntungan yang setinggi-tingginya. Selain itu, kadang kala, jangka waktu investasinya juga harus lama. Portofolio yang agresif ini biasanya memiliki porsi investasi yang besar di instrumen saham.

Yang berikutnya adalah portofolio berdasarkan strategi investasi yang konservatif. Portofolio ini mengutamakan keamanan. Karena itu, portofolio konservatif lebih cocok untuk investor yang cenderung menghindari risiko dan memiliki horizon investasi tak terlalu lama. Portofolio ini biasanya terutama berisi aset kas dan setara kas atau instrumen pendapatan tetap yang berkualitas bagus. Tujuan utama portofolio konservatif adalah mempertahankan nilai uang agar tak tergerus inflasi.
Terakhir adalah portofolio moderat. Portofolio ini paling pas untuk investor yang memiliki horizon investasi cukup panjang plus profil risiko yang sedang. Dalam kasus ini, investor biasanya mencari keseimbangan antara risiko dan keuntungan yang dihasilkan portofolio tersebut. Umumnya, portofolio itu berisi 50%-55% saham, 35%-40% obligasi, serta 5%-10% kas dan setara kas.
Nah, utuk mencari portofolio yang paling cocok untuk Anda, terlebih dahulu Anda harus mengenali profil risiko dan menentukan tujuan investasi Anda secara saksama.
Seberapa Besar Nyali Anda?
Supaya tidak stres belakangan, sebelum berinvestasi, investor mesti menyesuaikan instrumen investasi pilihannya dengan profil risiko mereka. Nah, setiap investor mempunyai profil risiko investasi berbeda. Ada yang berani mengambil risiko tinggi demi harapan memperoleh keuntungan supertinggi, ada pula yang amat hati-hati, meski keuntungannya kecil. Anda termasuk yang mana?
Sebenarnya, cara mengukur profil risiko investasi amat sederhana. Intinya, kita harus tahu dulu seberapa besar kita rela kehilangan uang yang kita investasikan. Ekstremnya, kalau rela kehilangan seluruh (100%) duit investasi, berarti Anda termasuk tipe investor yang sangat agresif atau nyali risikonya tinggi. Investor tipe ini cocok berinvestasi di instrumen berisiko tinggi seperti saham atau reksadana saham. Contoh lain, yang lebih tinggi risikonya adalah instrumen derivatif, yang potensi kerugiannya bisa lebih besar dari nilai investasi awal.
Sebaliknya, kalau tidak mau kehilangan sepeser pun dari pokok investasi, Anda memiliki profil risiko konservatif. Deposito dan properti (khususnya tanah) cocok menjadi alat investasi Anda. Bila Anda berani mengambil risiko kehilangan sebagian dana demi mengejar keuntungan lebih tinggi, profil risiko Anda adalah moderat atau menengah. Instrumen yang tepat untuk investor moderat di antaranya reksadana pendapatan tetap.

Pengukuran risiko dengan metode di atas sering kali kurang memuaskan. Pasalnya, selain tingkat kerelaan kehilangan uang, ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan dalam mengukur profil risiko investor. Menurut para pakar keuangan, profil risiko juga bergantung pada umur si investor. Semakin tua umur seseorang, umumnya dia cenderung menghindari risiko tinggi dan memilih pendapatan stabil. Seorang pengusaha atau eksekutif muda dengan prospek karir cerah umumnya lebih berani mengambil risiko tinggi demi keuntungan tinggi pula.

Profil risiko investasi sangat bergantung pula pada jangka waktu investasi. Semakin pendek jangka waktu duit itu bisa diinvestasikan, si investor akan makin konservatif. Horizon investasi ini juga sangat bergantung pada porsi duit yang diinvestasikan terhadap total kekayaan si investor. Kalau duit diinvestasikan hanya 10% dari kekayaan, jangka waktu investasi bisa lebih panjang dan profil risikonya juga bisa lebih agresif.
Satu hal yang tak boleh dilupakan, profil risiko seseorang bisa berubah. Ketika pertama kali berinvestasi, sebagian orang cenderung memilih instrumen berisiko rendah. Tapi, begitu kantong makin tebal dan pengalaman berinvestasi makin matang, biasanya mereka lebih berani memilih instrumen berisiko tinggi. Jadi, profil risiko Anda juga harus dievaluasi.

Anda bisa mengukur sendiri seberapa tebal nyali risiko investasi Anda dengan mengisi kuesioner berikut ini.
Catatan: Angka di belakang pilihan jawaban adalah skor untuk masing-masing jawaban tersebut.
1. Manakah yang paling menggambarkan toleransi Anda terhadap risiko dan cara Anda berinvestasi untuk mencapai tujuan?
2. Nilai investasi akan naik turun tergantung instrumen yang Anda pilih. Seberapa besar nilai fluktuasi investasi yang bisa Anda terima:
3. Keuntungan sebuah investasi kadang lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi. Mana yang paling benar:
4. Saya tahu nilai portofolio saya akan berfluktuasi. Namun, maksimum kerugian yang bisa saya tanggung dalam satu tahun kurang lebih:
5. Ada dua tawaran investasi: A dan B. Investasi A memberikan keuntungan rata-rata 5% per tahun dengan kemungkinan berkurangnya modal sangal minim. Investasi B memberikan hasil 10% per tahun, tapi ada risiko modal bisa turun 20% per tahun. Untuk mencapai tujuan saya, saya akan menaruh uang saya:
6. Dalam 60 tahun, portofolio investasi A, B, C, dan D memberikan rata-rata keuntungan per tahun A: 3,7% , B: 5,2%, C: 12,2%, dan D: 17,4%. Angka itu diperoleh dari perhitungan rata-rata hasil tahunan terendah dan tertinggi masing-masing portofolio. Saya akan memilih investasi utama saya di:
Hasil penjumlahan skor:
1. 6-15 = konservatif
2. 6-25 = konservatif moderat (limited risk)
3. 26-34 = moderat
4. 35-44 = moderat agresif
5. 45-54 = agresif

Setiap investor memiliki profil risiko yang berbeda-beda. Ada investor yang cenderung konservatif, moderat, dan juga konservatif. Nah, faktor penentu profil risiko masing-masing investor itu banyak. Misalnya jangka waktu investasi, umur, dan juga gaya hidup si investor. Nah, jika investor sudah mengenali profil risikonya, ia tinggal mencari instrumen investasi yang sesuai.

sumber :
http://yusaksunaryanto.wordpress.com/2010/03/19/apa-itu-investasi/

NILAI WAKTU UANG

Nilai Waktu Uang

Waktu adalah uang, time is money. Anda tentu sudah sering mendengar pepatah ini. Ya, waktu memang berharga. Bahkan, faktor waktu juga bisa mempengaruhi nilai uang yang kita miliki. Karena itulah muncul konsep nilai waktu uang atau time value of money. Setiap investor mesti memahami konsep ini karena ia menjadi salah satu dasar dalam investasi dan manajemen keuangan.
NILAI waktu uang atau time value of money adalah konsep yang menjabarkan bahwa uang yang tersedia pada saat ini lebih berharga dibandingkan uang dalam jumlah sama yang tersedia di masa yang akan datang. Soalnya, ada faktor bunga yang bisa membuat uang yang telah kita terima menjadi berbiak. Dus, semakin cepat uang itu kita terima, ia akan semakin berharga.

Karenanya, Anda harus hati-hati saat membandingkan nilai uang yang Anda terima dalam waktu yang berbeda. Dalam hal ini, Anda harus memperhatikan faktor waktu dan bunga.
Biar lebih jelas, mari kita ambil contoh. Mana yang lebih berharga uang Rp 1.000 yang Anda terima sekarang dan uang Rp 1.000 yang Anda terima tahun depan? Berdasarkan konsep nilai waktu uang, tentu saja uang Rp 1.000 yang Anda terima sekarang lebih berharga. Sebab, uang itu dapat menghasilkan bunga selama satu tahun ke depan. Misalnya, Anda membiakkan uang itu di deposito yang memberikan bunga 5% per tahun. Berarti tahun depan, uang Rp 1.000 itu sudah berkembang menjadi Rp 1.050.
Tapi, bagaimana jika yang dibandingkan adalah uang Rp 1.000 yang diterima saat ini dan uang Rp 1.050 yang diterima satu tahun lagi? Untuk membandingkan kedua angka yang berbeda itu, kita harus mencari kesetaraan nilai uang itu pada waktu yang sama. Kita bisa menggunakan waktu sekarang atau waktu satu tahun lagi. Jika kita menggunakan waktu yang akan datang, berarti kita harus membungakan uang yang diterima sekarang. Sebaliknya, jika kita menggunakan masa sekarang, kita harus mendiskon atau memotong uang yang akan diterima setahun lagi menggunakan faktor bunga. Tentu saja semuanya bergantung pada bunga yang berlaku.

Makin tinggi bunga, makin tinggi nilai uang Rp 1.000 di masa depan. Tapi, makin tinggi bunga, makin rendah nilai Rp Rp 1.050 yang akan diterima satu tahun mendatang.?
Untuk membandingkan nilai sejumlah uang yang kita terima saat ini dengan nilainya jika kita terima di masa yang akan datang, kita harus mencermati tingkat bunga yang berlaku di pasar. Semakin tinggi bunga, seperti bunga deposito perbankan, nilai uang yang kita terima saat ini akan semakin berharga. Sebab, dengan bunga yang tinggi, uang itu bisa berbiak lebih dengan cepat.
UNTUK menghitung nilai waktu uang (time value of money), ada dua konsep yang sering dipergunakan. Yakni, konsep nilai tunai atau present value (PV) dan nilai di masa mendatang atau future value (FV).Nah, berdasarkan dua konsep itu, kita bisa menghitung nilai di masa mendatang dari sejumlah uang tunai saat ini. Tentu saja, asumsinya, uang itu diinvestasikan atau didepositokan di bank dengan tingkat bunga tertentu.
Misalnya, uang tunai senilai Rp 1.000 saat ini Anda simpan di bank dengan bunga 10% per tahun. Pada akhir tahun, uang itu akan berbiak menjadi Rp 1.100 [1.000 x (1+10%)]. Nah, jika Rp 1.100 itu terus disimpan di dalam bank dalam beberapa periode, ia akan terus bunga. Inilah yang disebut bunga majemuk (compound interest). Nah, dalam menghitung nilai masa mendatang yang melibatkan investasi dalam beberapa tahun itu, kita bisa menggunakan rumus: PV (1+i)n, Huruf n adalah jumlah periode sedangkan huruf i adalah tingkat bunga tiap periode (dalam persen).

Selain itu, kita juga bisa menghitung nilai tunai sekarang dari sejumlah uang yang akan diterima dalam suatu periode di masa yang akan datang. Misalkan, Anda akan menerima Rp 1.100 satu tahun mendatang. Dengan bunga yang berlaku 10% per tahun, artinya nilai Rp 1.100 itu, saat ini, akan bernilai Rp 1.000 [1.100/(1+10%].

Nah, jika perhitungan itu melibatkan periode yang lebih dari satu periode, rumusnya menjadi: FV/(1+i)n. Dengan kata lain, present value adalah kebalikan dari future value.
Dus, bilang tingkat bunga adalah 5% per tahun, Rp 1.000 saat ini akan setara nilainya dengan Rp 1.050 yang kita terima setahun mendatang. Sebaliknya, nilai tunai Rp 1.050 yang kita terima satu tahun lagi, akan setara dengan uang Rp 1.000 yang kita terima di saat ini. Artinya, jika bunga yang berlaku lebih dari 5%, Rp 1.000 yang kita terima saat ini lebih tinggi Rp 1.050 yang kita terima satu tahun lagi.?

sumber :
http://yusaksunaryanto.wordpress.com/2010/03/19/apa-itu-investasi/