Rabu, 10 April 2013

PORTOFOLIO INVESTASI

Apa itu portofolio?
 Portofolio adalah gabungan atau kombinasi dari berbagai instrumen atau aset investasi yang disusun untuk mencapai tujuan investasi investor. Selain itu, kombinasi berbagai instrumen investasi itu juga menentukan tinggi risiko dan potensi keuntungan yang diperoleh portofolio tersebut.
Isi portofolio itu bisa macam-macam; mulai dari properti, saham, instrumen pendapatan tetap seperti obligasi, sampai duit tunai atau setara kas. Tapi, untuk saat ini, kita akan fokus pada portofolio untuk aset investasi yang paling likuid yaitu: saham, instrumen pendapatan tetap, dan kas atau setara kas.
Nah, secara garis besar, ada tiga jenis portofolio. Yang pertama portofolio berdasarkan strategi investasi yang agresif. Ini adalah portofolio yang membidik keuntungan tertinggi yang mungkin tercapai. Tentu saja, portofolio ini hanya cocok untuk investor yang rela memikul risiko yang tinggi demi memperoleh keuntungan yang setinggi-tingginya. Selain itu, kadang kala, jangka waktu investasinya juga harus lama. Portofolio yang agresif ini biasanya memiliki porsi investasi yang besar di instrumen saham.

Yang berikutnya adalah portofolio berdasarkan strategi investasi yang konservatif. Portofolio ini mengutamakan keamanan. Karena itu, portofolio konservatif lebih cocok untuk investor yang cenderung menghindari risiko dan memiliki horizon investasi tak terlalu lama. Portofolio ini biasanya terutama berisi aset kas dan setara kas atau instrumen pendapatan tetap yang berkualitas bagus. Tujuan utama portofolio konservatif adalah mempertahankan nilai uang agar tak tergerus inflasi.
Terakhir adalah portofolio moderat. Portofolio ini paling pas untuk investor yang memiliki horizon investasi cukup panjang plus profil risiko yang sedang. Dalam kasus ini, investor biasanya mencari keseimbangan antara risiko dan keuntungan yang dihasilkan portofolio tersebut. Umumnya, portofolio itu berisi 50%-55% saham, 35%-40% obligasi, serta 5%-10% kas dan setara kas.
Nah, utuk mencari portofolio yang paling cocok untuk Anda, terlebih dahulu Anda harus mengenali profil risiko dan menentukan tujuan investasi Anda secara saksama.
Seberapa Besar Nyali Anda?
Supaya tidak stres belakangan, sebelum berinvestasi, investor mesti menyesuaikan instrumen investasi pilihannya dengan profil risiko mereka. Nah, setiap investor mempunyai profil risiko investasi berbeda. Ada yang berani mengambil risiko tinggi demi harapan memperoleh keuntungan supertinggi, ada pula yang amat hati-hati, meski keuntungannya kecil. Anda termasuk yang mana?
Sebenarnya, cara mengukur profil risiko investasi amat sederhana. Intinya, kita harus tahu dulu seberapa besar kita rela kehilangan uang yang kita investasikan. Ekstremnya, kalau rela kehilangan seluruh (100%) duit investasi, berarti Anda termasuk tipe investor yang sangat agresif atau nyali risikonya tinggi. Investor tipe ini cocok berinvestasi di instrumen berisiko tinggi seperti saham atau reksadana saham. Contoh lain, yang lebih tinggi risikonya adalah instrumen derivatif, yang potensi kerugiannya bisa lebih besar dari nilai investasi awal.
Sebaliknya, kalau tidak mau kehilangan sepeser pun dari pokok investasi, Anda memiliki profil risiko konservatif. Deposito dan properti (khususnya tanah) cocok menjadi alat investasi Anda. Bila Anda berani mengambil risiko kehilangan sebagian dana demi mengejar keuntungan lebih tinggi, profil risiko Anda adalah moderat atau menengah. Instrumen yang tepat untuk investor moderat di antaranya reksadana pendapatan tetap.

Pengukuran risiko dengan metode di atas sering kali kurang memuaskan. Pasalnya, selain tingkat kerelaan kehilangan uang, ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan dalam mengukur profil risiko investor. Menurut para pakar keuangan, profil risiko juga bergantung pada umur si investor. Semakin tua umur seseorang, umumnya dia cenderung menghindari risiko tinggi dan memilih pendapatan stabil. Seorang pengusaha atau eksekutif muda dengan prospek karir cerah umumnya lebih berani mengambil risiko tinggi demi keuntungan tinggi pula.

Profil risiko investasi sangat bergantung pula pada jangka waktu investasi. Semakin pendek jangka waktu duit itu bisa diinvestasikan, si investor akan makin konservatif. Horizon investasi ini juga sangat bergantung pada porsi duit yang diinvestasikan terhadap total kekayaan si investor. Kalau duit diinvestasikan hanya 10% dari kekayaan, jangka waktu investasi bisa lebih panjang dan profil risikonya juga bisa lebih agresif.
Satu hal yang tak boleh dilupakan, profil risiko seseorang bisa berubah. Ketika pertama kali berinvestasi, sebagian orang cenderung memilih instrumen berisiko rendah. Tapi, begitu kantong makin tebal dan pengalaman berinvestasi makin matang, biasanya mereka lebih berani memilih instrumen berisiko tinggi. Jadi, profil risiko Anda juga harus dievaluasi.

Anda bisa mengukur sendiri seberapa tebal nyali risiko investasi Anda dengan mengisi kuesioner berikut ini.
Catatan: Angka di belakang pilihan jawaban adalah skor untuk masing-masing jawaban tersebut.
1. Manakah yang paling menggambarkan toleransi Anda terhadap risiko dan cara Anda berinvestasi untuk mencapai tujuan?
2. Nilai investasi akan naik turun tergantung instrumen yang Anda pilih. Seberapa besar nilai fluktuasi investasi yang bisa Anda terima:
3. Keuntungan sebuah investasi kadang lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi. Mana yang paling benar:
4. Saya tahu nilai portofolio saya akan berfluktuasi. Namun, maksimum kerugian yang bisa saya tanggung dalam satu tahun kurang lebih:
5. Ada dua tawaran investasi: A dan B. Investasi A memberikan keuntungan rata-rata 5% per tahun dengan kemungkinan berkurangnya modal sangal minim. Investasi B memberikan hasil 10% per tahun, tapi ada risiko modal bisa turun 20% per tahun. Untuk mencapai tujuan saya, saya akan menaruh uang saya:
6. Dalam 60 tahun, portofolio investasi A, B, C, dan D memberikan rata-rata keuntungan per tahun A: 3,7% , B: 5,2%, C: 12,2%, dan D: 17,4%. Angka itu diperoleh dari perhitungan rata-rata hasil tahunan terendah dan tertinggi masing-masing portofolio. Saya akan memilih investasi utama saya di:
Hasil penjumlahan skor:
1. 6-15 = konservatif
2. 6-25 = konservatif moderat (limited risk)
3. 26-34 = moderat
4. 35-44 = moderat agresif
5. 45-54 = agresif

Setiap investor memiliki profil risiko yang berbeda-beda. Ada investor yang cenderung konservatif, moderat, dan juga konservatif. Nah, faktor penentu profil risiko masing-masing investor itu banyak. Misalnya jangka waktu investasi, umur, dan juga gaya hidup si investor. Nah, jika investor sudah mengenali profil risikonya, ia tinggal mencari instrumen investasi yang sesuai.

sumber :
http://yusaksunaryanto.wordpress.com/2010/03/19/apa-itu-investasi/

0 komentar:

Posting Komentar