Apa itu portofolio?
Portofolio adalah gabungan atau kombinasi dari
berbagai instrumen atau aset investasi yang disusun untuk mencapai
tujuan investasi investor. Selain itu, kombinasi berbagai instrumen
investasi itu juga menentukan tinggi risiko dan potensi keuntungan yang
diperoleh portofolio tersebut.
Isi portofolio itu bisa macam-macam; mulai dari properti, saham,
instrumen pendapatan tetap seperti obligasi, sampai duit tunai atau
setara kas. Tapi, untuk saat ini, kita akan fokus pada portofolio untuk
aset investasi yang paling likuid yaitu: saham, instrumen pendapatan
tetap, dan kas atau setara kas.
Nah, secara garis besar, ada tiga jenis portofolio. Yang pertama
portofolio berdasarkan strategi investasi yang agresif. Ini adalah
portofolio yang membidik keuntungan tertinggi yang mungkin tercapai.
Tentu saja, portofolio ini hanya cocok untuk investor yang rela memikul
risiko yang tinggi demi memperoleh keuntungan yang setinggi-tingginya.
Selain itu, kadang kala, jangka waktu investasinya juga harus lama.
Portofolio yang agresif ini biasanya memiliki porsi investasi yang besar
di instrumen saham.
Yang berikutnya adalah portofolio berdasarkan strategi investasi yang
konservatif. Portofolio ini mengutamakan keamanan. Karena itu,
portofolio konservatif lebih cocok untuk investor yang cenderung
menghindari risiko dan memiliki horizon investasi tak terlalu lama.
Portofolio ini biasanya terutama berisi aset kas dan setara kas atau
instrumen pendapatan tetap yang berkualitas bagus. Tujuan utama
portofolio konservatif adalah mempertahankan nilai uang agar tak
tergerus inflasi.
Terakhir adalah portofolio moderat. Portofolio ini paling pas untuk
investor yang memiliki horizon investasi cukup panjang plus profil
risiko yang sedang. Dalam kasus ini, investor biasanya mencari
keseimbangan antara risiko dan keuntungan yang dihasilkan portofolio
tersebut. Umumnya, portofolio itu berisi 50%-55% saham, 35%-40%
obligasi, serta 5%-10% kas dan setara kas.
Nah, utuk mencari portofolio yang paling cocok untuk Anda, terlebih
dahulu Anda harus mengenali profil risiko dan menentukan tujuan
investasi Anda secara saksama.
Seberapa Besar Nyali Anda?
Supaya tidak stres belakangan, sebelum berinvestasi, investor mesti
menyesuaikan instrumen investasi pilihannya dengan profil risiko mereka.
Nah, setiap investor mempunyai profil risiko investasi berbeda. Ada
yang berani mengambil risiko tinggi demi harapan memperoleh keuntungan
supertinggi, ada pula yang amat hati-hati, meski keuntungannya kecil.
Anda termasuk yang mana?
Sebenarnya, cara mengukur profil risiko investasi amat sederhana.
Intinya, kita harus tahu dulu seberapa besar kita rela kehilangan uang
yang kita investasikan. Ekstremnya, kalau rela kehilangan seluruh (100%)
duit investasi, berarti Anda termasuk tipe investor yang sangat agresif
atau nyali risikonya tinggi. Investor tipe ini cocok berinvestasi di
instrumen berisiko tinggi seperti saham atau reksadana saham. Contoh
lain, yang lebih tinggi risikonya adalah instrumen derivatif, yang
potensi kerugiannya bisa lebih besar dari nilai investasi awal.
Sebaliknya, kalau tidak mau kehilangan sepeser pun dari pokok
investasi, Anda memiliki profil risiko konservatif. Deposito dan
properti (khususnya tanah) cocok menjadi alat investasi Anda. Bila Anda
berani mengambil risiko kehilangan sebagian dana demi
mengejar keuntungan lebih tinggi, profil risiko Anda adalah moderat atau
menengah. Instrumen yang tepat untuk investor moderat di antaranya
reksadana pendapatan tetap.
Pengukuran risiko dengan metode di atas sering kali kurang memuaskan.
Pasalnya, selain tingkat kerelaan kehilangan uang, ada beberapa hal
lain yang harus diperhatikan dalam mengukur profil risiko investor.
Menurut para pakar keuangan, profil risiko juga bergantung pada umur si
investor. Semakin tua umur seseorang, umumnya dia cenderung menghindari
risiko tinggi dan memilih pendapatan stabil. Seorang pengusaha atau
eksekutif muda dengan prospek karir cerah umumnya lebih berani mengambil
risiko tinggi demi keuntungan tinggi pula.
Profil risiko investasi sangat bergantung pula pada jangka waktu
investasi. Semakin pendek jangka waktu duit itu bisa diinvestasikan, si
investor akan makin konservatif. Horizon investasi ini juga sangat
bergantung pada porsi duit yang diinvestasikan terhadap total kekayaan
si investor. Kalau duit diinvestasikan hanya 10% dari kekayaan, jangka
waktu investasi bisa lebih panjang dan profil risikonya juga bisa lebih
agresif.
Satu hal yang tak boleh dilupakan, profil risiko seseorang bisa
berubah. Ketika pertama kali berinvestasi, sebagian orang cenderung
memilih instrumen berisiko rendah. Tapi, begitu kantong makin tebal dan
pengalaman berinvestasi makin matang, biasanya mereka lebih berani
memilih instrumen berisiko tinggi. Jadi, profil risiko Anda juga harus
dievaluasi.
Anda bisa mengukur sendiri seberapa tebal nyali risiko investasi Anda dengan mengisi kuesioner berikut ini.
Catatan: Angka di belakang pilihan jawaban adalah skor untuk masing-masing jawaban tersebut.
1. Manakah yang paling menggambarkan toleransi Anda terhadap risiko dan cara Anda berinvestasi untuk mencapai tujuan?
2. Nilai investasi akan naik turun tergantung instrumen yang Anda pilih.
Seberapa besar nilai fluktuasi investasi yang bisa Anda terima:
3. Keuntungan sebuah investasi kadang lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi. Mana yang paling benar:
4. Saya tahu nilai portofolio saya akan berfluktuasi. Namun, maksimum
kerugian yang bisa saya tanggung dalam satu tahun kurang lebih:
5. Ada dua tawaran investasi: A dan B. Investasi A memberikan keuntungan
rata-rata 5% per tahun dengan kemungkinan berkurangnya modal sangal
minim. Investasi B memberikan hasil 10% per tahun, tapi ada risiko modal
bisa turun 20% per tahun. Untuk mencapai tujuan saya, saya akan menaruh
uang saya:
6. Dalam 60 tahun, portofolio investasi A, B, C, dan D memberikan
rata-rata keuntungan per tahun A: 3,7% , B: 5,2%, C: 12,2%, dan D:
17,4%. Angka itu diperoleh dari perhitungan rata-rata hasil tahunan
terendah dan tertinggi masing-masing portofolio. Saya akan memilih
investasi utama saya di:
Hasil penjumlahan skor:
1. 6-15 = konservatif
2. 6-25 = konservatif moderat (limited risk)
3. 26-34 = moderat
4. 35-44 = moderat agresif
5. 45-54 = agresif
Setiap investor memiliki profil risiko yang berbeda-beda. Ada
investor yang cenderung konservatif, moderat, dan juga konservatif. Nah,
faktor penentu profil risiko masing-masing investor itu banyak.
Misalnya jangka waktu investasi, umur, dan juga gaya hidup si investor.
Nah, jika investor sudah mengenali profil risikonya, ia tinggal mencari
instrumen investasi yang sesuai.
sumber :
http://yusaksunaryanto.wordpress.com/2010/03/19/apa-itu-investasi/
Rabu, 10 April 2013
PORTOFOLIO INVESTASI
01.57
No comments
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar